loading...

Danau Toba

Aku rindu pada bahagia anak,
Yang menunggu bapaknya pulang,
Dari gunung membawa puput,
Sepotong bambu tumbuh di paya-paya.

Pada perahu tiba-tiba muncul sore,
Dari balik tanjung di teluk danau,
Membawa Ibu dari pekan,
Dengan oleh-oleh kue beras 
bergula merah.

Aku rindu pada malam berbulan,
Kala si tua dan si anak mandi 
sinar purnama,
Berkaca di permukaan danau biru -
Sebelum air mengelucak di musim kemarau

Aku rindu pada bunyi seruling gembala,
Bergema di bukit memenuhi lembah,
Pada permainan di gua-gua batu 
penuh lebah,
Kala api panen mengusik hewan 
di tengah sawah.

Aku rindu. Aku rindu pada tebing 
hijau,
Tempat ikan emas bercengkerama,
Di antara lumut menggeliat bening,
Seperti taman zambrut dalam impian.

Aku rindu pada batu-batu besar dan hitam,
Muntahan lahar dari perut bumi,
Pada pemandangan tua ribuan tahun,
Si gembala domba, termenung 
di atas batu.

Aku rindu bau-bau di musim 
panen,
Gelak si tani purba membakar jerami,
Rindu pada si nelayan pulang dari 
danau,
Menyandang pukat dan ikan di sore hari.

Aku rindu pada suara kakak,
Memanggil aku pulang makan,
Rindu pada resah bambu di benteng 
kampung,
Melambaikan daunnya pada 
angin gunung.

Aku rindu pada adikku, yang rindu padaku,
Aku rindu bunyi palu tukang perahu
Aku rindu lenguh sapi, pada bau 
kerbau,
Aku rindu, rindu suara Ibu,
terkubur di pinggir danau.

Aku rindu lonceng gereja bertalu-talu,
Rindu gemanya merayap-rayap 
di udara,
Menyongsong malam, mengumumkan satu-satu 
Kematian,
Merayakan Perkawinan - serta Kelahiran,
Pada malam Natal, kisah tiga Raja 
dari Timur,
Datang menghormati Anak Manusia,
di sana, di tepi Danau Toba, kelahiranku.

"Puisi Sitor Situmorang"
PuisiDanau Toba
Karya: Sitor Situmorang

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top