loading...

Di Dunia Baru

Duh, jangan kira aku ketawa
hatiku merdeka dari derita
Lesu, hilang akal, penyesalan
memang perih betapa
Kerna begitu aku sudah tahu
lebih banyak kita terima nasib
bukan sebab mau tapi sebab harus
di sini
di dunia
tempat kekuasaan
sering berubah jadi kejahatan.

Duh, roboh rumah, tiada sokoguru
kerna nurani adalah wakil kebisuan
Tidur, bius, mati segala kasih
sia-sia mata celik dalam pengasingan
di mana
di mana-mana
lagu tentang harapan
berlalu sebagai masturbasi.

Duh, jangan kira kebiasaan fana
tak berubah saat sampai harinya
Dengarlah, menguping bersama hatiku
Lonceng memanggil, datang pada-Nya
di sana
di dunia baru
tempat kita berhenti omong
mengganti dalam madah abadi.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiDi Dunia Baru
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top