loading...

Lagu Lautan Nusantara
(kepada Gus Dur, pewaris
tugas mahabesar)

Di lembah menghadap teluk ini
berulang kali kita masih
akan datang -
juga berharap pulang
bila umur panjang.

Kini aku ziarah
masuk alam suratan takdir
di bayangan gunung-gunung berapi
yang membentengi dataran tinggi,
danau-danau dan tanah datar
pesisir tanah air.

Datang untuk sujud
berulang mendengar kisah-kisah
di desir sawah ladang dan
gelora sungai-sungainya.

Menyusu
pada sejarah Ibu Pertiwi
pilihan dan karunia
dari antara alam enam benua
- Nusantara kita!
- Kini dalam bahaya!

Kancah nasib-peruntungan
keturunan demi keturunan
dititipi panggilan hidup
dalam gema nyanyian
peredaran bulan dan matahari
Terbentuknya negara-negara
pada 17 Agustus 1945!

Pemikul tugas pencipta
pewaris nilai peradaban baru
berinti cinta tanah air tunggal!
Pusaka kelahiran di setiap dusun
dari Sabang sampai Merauke
di lembah di pegunungan
sepanjang setiap sungai
sekujur pantai seluruh Nusantara.

Dalam ayunan irama pasang-surut
samudra sejarah
demi hukum ber-Tanah Air
demi karunia Maha Pencipta!

Sepanjang masa!

(Berita ziarah, Agustus 1999,
di pinggir Danau Toba,
di tengah kemelut sejarah bangsa)
"Puisi Sitor Situmorang"
PuisiLagu Lautan Nusantara
Karya: Sitor Situmorang

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top