loading...

Masambo! Masambo!

Sang Aku anak hilang diperjudi takdir
ingin masuk kembali ke rahim ibu
mencari jawaban atas nasab
Adakah dalam hakikat diri
berakar itu kebanggaan
di tanah lahirnya.

Tinggalkan harum bayang Tidar
bagian yang lengket pada lajur ayah
yang bertahun menawan segala wicitra
Melaju ke jazirah utara Selebes bumi ibu
sebab setiap anak negri mesti punya tanah tepi
supaya ia bisa bermegah dalam bahasa.

Biarkan kutemukan Minahasa pada larik masambo
kendati di balik jiwa terbentang jalan ke Cina
Bukankah di antara kita tak ada kata tulen
Sebab atas Bataknya Sitor terlukis Mesir
Sebab atas Melayunya Sutardji terlukis Arab
Sebab atas Jawanya Sapardi terlukis India
Dengar! Kunyanyikan kekuatan yang ganjil ini
Masambo! Masambo!
madah menyatunya jasad dengan roh leluhur
"Minurute un sisim weki lalan ne Paempungan si royor"

Sang Aku memeluk roh leluhur di batu Pinawetengan
menemui puing jiwa penjelajah Han
yang meronta dalam belenggu Alifuru
bercampur pesona pembebasan Piet Hein
yang tampil dengan baju Sinterklaas
Itu sidik jari yang membekas di bingkai gambar
mesti ditampung perasaan yang menucuh bagai bisul
jika matanya pecah menyusul perasaan lega

"Puisi Remy Sylado"
PuisiMasambo! Masambo!
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top