loading...

Metamorfosis

Kubawa buku, tapi bukan wahyu
wajah waktu terlukis sebagai grafiti
pada dinding imaji
Serupa burung, aku merenung
orang-orang terkurung sarung, terbelit jarit
menjeritkan nganga luka
Kau berjanji dan bernyanyi, seperti iklan televisi
penuh gerak dan gelak
tapi tak berpihak. sesiapa merasa diinjak-injak
perih kehidupan makin tampak
menggelegak di dada, luka
“Dada, selamat tinggal” ujarmu berlalu
meniti kabel-kabel yang ruwet
membahasakan peradaban
Kubaca buku, nganga luka itu
juga tetesan darah, meriwayatkan genangan kenangan
gunung kecemasan
gaung kekecewaan.

Jambi, 2010
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiMetamorfosis
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top