loading...

Serenada Cinta
(: spesial untukmu dan untuk-Mu)

Senja tiba-tiba berkabut, kusebut nama-Mu
dalam hening ranting kering. Jemari waktu menuding
di kening. Sajadah menghitam basah
dibasuh resah yang buncah. Tapi aku mengerti
Engkau menguji betapa warna sebuah hati

Malam tiba mencengkam. Engkau selalu memisteri
dalam isyarat kelam kelambu tidur-jagaku. Angin risik
dan aku bergegas menangkap isyarat
dan bisik lembutnya. Aku menangkap
dan menangkup dingin air. Membasuh resah
di kedalaman sembah.

Pagi mendadak datang lagi. Aku baru saja duduk
diaduk kecamuk. Seperti nyamuk, aku pun terbang
menuju pulang untuk menemuimu. Engkau telah siap
dan berucap: hisaplah aku sepenuh dekap.

Waktu berganti wahyu. Engkau taburkan aneka tanda
di hamparan semesta. Aku merayap memunguti tanda-tanda
kebesaran-Mu. Pada jejak yang sesak oleh isak
kutemukan diriku terus menggapai puncak
cintamu!

Jambi, 2010
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiSerenada Cinta
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top