loading...

Teks tentang Teratai di Kolam

Rayu dalam semua leluri
adalah bayang-bayang menyenangkan cerita besok
seperti teratai yang tumbuh di kolam keruh
tetap indah dalam bukan kemauannya.

Apa anti pertemuan suka sama suka
tak cukup dalam serangkai kata
sehingga dua kekasih yang diamuk rindu
merasa 10 jam dalam kelam malam
terlalu singkat untuk mengucapkan cinta
Tak tabu Ken Arok dan Ken Dedes
melanjutkan nafsu dalam keris Mpu Gandring
tanpa peduli fajar mau mampir atau pergi.

Tak usah hitung berapa banyak teratai berbunga
lantas layu dan mati di kolam yang sama
sebab rayu yang indah
dapat berganti umpat yang kotor.

Kalau kita bicara suka sama suka
kita tidak merayu dalam kecemburuan Zeus
yang memenggal kemauan bersatu tubuh
Tapi pulanglah kita ke bayang cerita kemarin
di Taman Eden: roh Hawa masuk dalam roh Adam.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiTeks tentang Teratai di Kolam
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top