Bisnis

header ads

Pintu-pintu Puisi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Pintu-pintu Puisi

Aku hanyalah pintu. Masuklah dengan segenap akal budi ke dalam ruang renung. Hanya dengan ketulusan, aku membuka diri bagi segala yang bernama misteri. Sungguh, tak ada rahasia tersembunyi di balik diriku. Aku akan mengantarkan langkah kakimu bertualang menyisir desir waktu, menyeberangi lautan makna dan nilai-nilai spiritual, ruhaniah, dan batiniah.

Masuklah. Tak perlu ragu. Di sana bersemayam jejak rindu. Masuklah ke serambi hatiku, ruang pribadimu sendiri. Ruang pertapaan penuh pertanyaan dan sekaligus jawabannya. Aku telah membuka diri untuk perjalanan sunyi penuh dengan bunyi. Masuklah ke dalam diriku,engkau akan menemu siapa sejatinya dirimu. Kesetiaanku serupa matahari mencintai bumi, memberi sinar selama-lamanya dan tidak pernah meminta sesuatu kembali, melainkan rasa cintamu yang bergelora.

Sebagai pintu, aku nganga terbuka menyuguhkan lunga menganga lantaran mencinta. Aku benar-benar nganga terbuka. Sederhana saja. Hanya melalui diriku yang terbuka dan terluka, engkau akan mampu mengusap segala luka dan derita mencinta. Begitu bersahaja. Aku sama sekali terbuka, maka bukalah pintu hatimu dan nyanyikanlah tembang paling merdu, berdansa di keluasan jiwa. Tak perlu meragu, berdiamlah di kedalaman cintaku!

Begitulah, Komunitas Pintu telah membuka dirinya untuk terus belajar dan bekerja di dalam keindahan puisi sebagai piranti spiritualitas, ruhaniah, dan batiniah. Melalui banyak pintu: pintu di dadamu, pintu di matamu,pintu di telingamu, pintu di rasamu, pintu di segenap pori-porimu, pintu di liang paling sakral kalian bisa melahirkan puisi lalu mengasuhnya sepenuh cinta kasih.

Hari Pendidikan Nasional
2 Mei 2011
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiPintu-pintu Puisi
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar