Puisi: 100 Hari Kematian Puisi Karya: Dimas Arika Mihardja
100 Hari Kematian Puisi
(Memperingati 100 hari kematian nurani)

100 hari kinerja kabinet yang raport-nya merah adalah elegi
100 kali kinerja pansus century hanyalah tragedi
Rendra dan Gus Dur yang digusur adalah puisi.

Aku tidak menemukan puisi sejak jutaan penyair meledakkan puisi
di udara terbuka, di cuaca bertuba:
siapa saja merekayasa kata
mereka memuja kata benda seraya memahat kata sifat pada jidat
mereka meninggalkan kata kerja, tersebab cuma percuma.

Di atas garis khatulistiwa, seluas pulau nusantara
terbentang pantai-pantai landai, tempat ombak terbantai
pada lengkung langit, cakrawala enggan bicara satuan makna
di tengah gemuruh riak dan ombak camar-camar gemetar pada tiang layar
aneka warna bendera pun berkibar di kedalaman debar.

Aku ingin jadi dewa ruci, mendengar bisik di telinga sendiri
aku ingin menyendiri, jadi diri sendiri
aku ingin menulis puisi.

(Pada peringatan 100 hari kematian nurani
lahir 1 puisi melalui operasi)

Jambi, 2010
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
Puisi100 Hari Kematian Puisi
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Loading...

Post A Comment:

0 comments: