Aku

Aku adalah sisa fosil dari generasi yang hilang
tapi nafsu hidupku sulit layu - terus berkembang
tak mau hidup seratus tahun lagi
terlalu banyak menyusahkan orang.

Aku adalah angin - udara
ada di mana-mana dan mampu ke mana-mana
aku adalah titisan kapas - ringan melepas
aku adalah rotan - liat tak patah - tapi bisa putus.

Sudah terlalu banyak aku kehilangan
keluarga dan nyawa-nyawa teman-teman
seperti kata temanku - seorang penyair
kuburan kami ada di mana-mana
ada di pelosok dan pojok-pojok dunia
kami dulu adalah anak-anak Nusantara
tapi terusir - terpinggir - tak bertanah-air
rasa rindu-kangen - sudah tak tajam lagi
tanah-air kami adalah kebebasan itu sendiri
garam siksa dunia adalah makanan kami
ada sumber utamanya yang bikin kami jadi begini
ratusan kami masih berkehidupan
tapi tetap tak masuk hitungan
kami adalah sisa fosil dari generasi yang hilang
tapi semangat hidup kami - tumbuh dan terus berkembang
di mana ada tanah dan bibit bisa tumbuh
turunan kami terus bersemi - bagaikan padang-ilalang.

"Puisi: Aku"
Puisi: Aku
Karya: Sobron Aidit

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi yang Terdiri dari 1 Bait

Post A Comment:

0 comments: