Asembagus
(: Faishol Hafidz)

Di jalan lurus,
pohon-pohon asam tegak menjulang
seperti banser berbaris menjaga lintasan
semua orang. pasar ikan, rumah-rumah berjajar
ke pelabuhan. gema sholawat
tersimpan dalam diam lautan.

Matahari yang membakar aspal dan bubungan
kini redup di tepi hutan
seakan kereta tebu sarat beban
sandar di gudang tua penggilingan
kami, si pelintas fana ini pun
berhasrat menjinakkan waktu walau sebentar
dengan kopi, ikan bakar dan ucapan salam
di sebuah pintu yang lama menunggu.

Begitulah, di sebuah serambi yang teduh
setelah salam berjawab salam,
kuhirup kopiku, sepekat peci seorang santri
sambil kusaksikan pohon-pohon asam
masih seperti banser, hijau, tenang
menjaga lintasan, rumah ibadah
dan muktamar.

2016
"Puisi: Asembagus"
Puisi: Asembagus
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi dengan Judul Kupu-kupu

Post A Comment:

0 comments: