Ballada Musyafir Gila

Ada musafir gila
Berjalan sepanjang lorong kumuh
Memimpikan denyut kehidupan:
Puisi penuh keindahan.
Lihatlah, mantelnya kuyup oleh keringat semangat
Padahal mentari di langit begitu menyengat
Ia rebah di sofa merah
Angin bangkit dan mengusik dengan kerisiknya
Ia menyusun lembar-lembar hatinya yang remuk
Dan menatap tumpahan tinta hitam di lantai rumah
Ia terbatuk dan terantuk
Tapi gelegaknya berkata serak:
Beri aku tuak sajak.
Hari ini kubuka paket berisi 142 penyair menuju bulan
Jaketmu berlumuran darah kata
Nafasmu tersengal, tapi kulihat tangan terkepal:
Ajal, aku tak mau melayat langit.
2007
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiBallada Musyafir Gila
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post A Comment:

0 comments: