Bisnis

header ads

Puisi: Buket Bunga bagi Mei Hua

Buket Bunga bagi Mei Hua

Kota melahirkan kata dan taman bunga. Kita duduk di taman ini
merenda tangga nada, menguntai jemari melodi, menangkap puisi
yang terbang mengepakkan sayap malaikat. Kita tangkap kelebat-nya
dalam rahasia wangi bunga dan mengabadikannya dalam gita
yang menggila. Angin datang menggelombang

di rambutmu yang basah. Burung-burung kecil bersiul dan menyanyikan
serenada merah maroon, bunga merah, hati bergairah. Kita simak kerisik
daun yang merimbun. Rumput sujud melaratkan harap yang lindap. Tak ada awan
udara terasa nyaman. Gericik air memercikkan kedamaian. Kehangatan

sengatan matahari bersipongggang menyanyikan balada sepanjang
jalan mendaki bukit. Ya, bukit berbunga mengarumkan nirwana. Ada juga 
lembah dan desah kepasrahan dahan flamboyan. Bougenvil menggigilkan
kerinduan tak terlunaskan. Kita ngungun di hangat unggun sajak:
sama terisak!

Jambi, 2010
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiBuket Bunga bagi Mei Hua
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar