Cendawan Hutan
(- di kanvas sebuah lukisan)

Di sini, di hutan sunyi
pohon besar yang roboh
lapuk terlantar
masih mungkin mendengar
ranting, embun, daun
patah, pecah, dan gugur
lewat telinga dingin
cendawan hutan
tumbuh sepenuh badan

Jadi hati-hati kau lewat
karena aku sedang bersemadi
di dalam salah satu telinga
pohon silsilah
aku menyerap setiap suara
dan menolak banyak cahaya
demi takdir kelahiran
seorang dewa.

"Puisi: Cendawan Hutan"
Puisi: Cendawan Hutan
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Baca juga: Kumpulan Cerita Lucu

Post A Comment:

0 comments: