Bisnis

header ads

Puisi: Dan Orang Pun Jadi Berhala

Dan Orang Pun Jadi Berhala

(1)
Sejak Ibrahim mengalungkan kapak pada patung
dan berkata pada kaum fakir, "bertanyalah pada raja patung
siapakah yang telah memporandakan berhala-berhala itu"

Mungkin masih kau ingat betapa Siti Hajar berlari-lari kecil
antara bukit safa-marwa mengejar fatamorgana
dan Ismail menggigil oleh rasa gelisah yang ganjil
maka doa dan pinta pun memancarkan air zamzam
di kedalaman dekapan.

(2)
Sebagai hewan, binatang-binatang itu pun
pasrah, menyerahkan diri ikhlas sebagai kurban
sepertinya ada yang kehilangan ingatan saat di punggung hewan
bertuliskan aksara tanpa makna "hamba Allah"
hingga kasak-kusuk itu meledak bagai kepundan harapan
"siapakah?" demikianlah, melalui kisah yang entah
orang-orang menjadi patung berkalung kapak Ibrahim.

Jauh sebelumnya, isa berfatwa "inilah darah dan dagingku
terimalah sebagai pengganti dan penebus dosa-dosa kalian"
Lalu orang-orang pun berkalung salib di atas nasibnya sendiri
berjalan di lorong-lorong gelap, mengetuk pintu-pintu tertutup
dan mulut-mulut pun terkatup.

(3)
Kini di mesjid dan mushola
gereja dan vihara
orang-orang berburu daging
antri sebagai berhala-berhala baru
"ini daging siapakah?"

2012
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiDan Orang Pun Jadi Berhala
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar