loading...

Dekap Aku, Kekasihku

Dekap aku dan jangan lepaskan
hiruk-pikuk jalanan menjajakan daging dalam deru nafas
terengah. Aku tak mau daging yang hanya akan membusuk
dan uap baunya sampai ke api pembakaran.

Dekap aku dan jangan lepaskan
cericit binatang malam dan angin jahanam hanya menikam
kemaluan. Aku tak mau malu yang terus memburu
tiap waktu. Aku tak mau hanya menjajakan cumbu rayu
mengajak masuk di dalam semak-semak waktu.

Dekaplah aku dan jangan lepaskan
di pusat kota, di penat kata aku ingin rebah
mendesahkan namamu. Merenda makna ada
dan tiada tanpa ada yang menggoda
dekaplah aku sepenuh dekap
dan jangan lepaskan pelukan sehangat genggam.

Jambi, 2010
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiDekap Aku, Kekasihku
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top