Bisnis

header ads

Puisi: Ekstase, Malam Hujan

Ekstase, Malam Hujan

Gerimiskan lagi pada bumi yang tengadah. Pasrah
menyerahkan diri lewat gelinjang jemari malam hari. Aku sakau
dipukau senyum-mu, sekarat saat meriwayatkan rubaiyat
pada tahiyat akhir: dzikir. dzikir.

ngalir dan mencairkan hujan di mata. Ricik-nya
membasuh debu di hati merindu. Rintikkan lagi, gelitikkan
suara hujan menderas dalam hati. O, aku merasa jadi sungai
yang menghanyutkan kabut maut. Aku menjadi rama-rama berputar
mengelilingi rawa. O, gericikkan lagi irama hujan itu. aku

ingin cair dan mengalir 
pada bidang dadamu yang telanjang
yang menggenang. aku hanya nyaman dan tenang 
di keluasan pandang mata hujan berkilauan.

Jambi, 2010
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiEkstase, Malam Hujan
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar