Episode Burung-burung

(1)
Burung-burung blekok
Burung-burung kuntul
Paruh-paruh yang bengkok
Bisakah bersuara atau sekedar bersiul
Di luar makan, mengerkap mangsa?

(2)
Bangau tongtong, bangau udang
Tegak diam sebelah kaki
Agar tampak kuat
Atau bermenung mendera diri?

(3)
Burung balam, burung ketiran
Hinggap di tanah
Di dahan-dahan rendah
Bukankah itu pertanda
Sangkar yang sebenarnya?

(4)
Punai tanah, punai tanah
Wahai, terbang rendah
mencari silsilah
Bukan dari atas ke bawah

(5)
Kicau murai
Utusan fajar
Murai pun paham
Mencintai bias
Yang sebentar

(6)
Alap-alap kitari atap
Ngalap berkah
Berhasrat mengelap langit kelabu
Dengan sayap kecilnya

(7)
Kepodang, o, kepodang
Kapan pulang ke sarang
Jangan bawa kicau
Karena itu dekat
Ke pintu sangkar

(8)
Seekor sri gunting
Terbang dari lipatan kain batik
Seorang perempuan
Tiba-tiba terdengar denting
(bagai dawai pilu dipetik)
Nyatanya gelas-piring
Pecah berkeping!

(9)
Burung hantu atau pungguk
Bukan nama yang buruk
Jika saja pencemburu atau pemabuk
Tak berebut mencintai
Bulan dan malam

(10)
Burung undan, burung pingai
Terbang lepas ke langit biru
Sebadan tidak seperangai
Ibarat menggantang angin lalu:
Maka biarkan segalanya terbang
Lepas berlalu...

Kendari-Situbondo-Yogya, 2015
"Puisi: Episode Burung-burung"
Puisi: Episode Burung-burung
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu Bikin Nangis
Loading...

Post A Comment:

0 comments: