Bisnis

header ads

Puisi: Golongan Putih

Golongan Putih
(Cerita untuk Wanda)

Mengharapkan aku untuk memilih;
antara masuk ke dalam gua ular
atau masuk ke dalam gua harimau.

Aku tidak tau
harus memilih yang mana,
yang aku tau,
semua yang berhasil masuk,
tidak ada yang pernah keluar membawa nyawa.

Dan aku sangat heran,
tetap saja ada yang sangat ngotot
ingin masuk ke dalam sana;
padahal mereka jauh lebih tau,
banyak saudara-saudara mereka
yang mungkin sudah mati di dalam sana.

Tidak ada yang bisa keluar,
tidak hidup-hidup!

(Namun mereka memilih masuk.
Karena mereka pikir mereka kuat.
Karena mereka pikir salah satu dari mereka
pasti ada yang bisa keluar hidup-hidup.

Mereka masih memelihara
dan memupuk harap)

Jadi,
sebagai seorang yang hilang harap,
aku hanya bisa mengembalikan pilihan 
pada mereka
dan berdiri melihat dari luar pagar.

Dan memang,
jika tidak ada yang memilih masuk,
suatu saat, tetap saja, 
ular dan harimau
akan keluar dari gua 
untuk mencari mangsa.
Korbannya bisa jadi siapa saja,
situasi yang sangat parah,
hanya masalah waktu,
menunggu jatuh korban selanjutnya.

Tapi aku harus mempertanggungjawabkan pilihanku, harus:
jika aku memilih gua ular, sama saja
seperti aku menyuruh saudara-saudaraku
untuk mati dimakan ular,
- begitu juga sebaliknya.

Dengan atau tanpa aku memilih,
Saudara-saudaraku akan mati lagi.

(Mungkin kita harus berbaur
atau pura-pura menjadi ular,
lalu membunuh harimau)

Aku tidak tau
harus memilih yang mana,
aku hanya bisa menyarankan
sebaiknya kita pergi jauh-jauh
dari tempat biadab ini.

(Aku tidak bisa pergi,
karena kamu tidak mau pergi.

Kita terpaksa mencintai tempat ini,
karena kita lahir di sini,
dibesarkan di sini,
orang-orang yang kita cintai
ada di sini.

Karena jika kamu yang mati duluan,
aku yang akan menggali kubur untukmu.
Dan sungguh, jika aku yang mati duluan,
hanya kamu yang mungkin mau
menggali kubur untukku)

Dan jangan salah paham,
aku sangat bangga padamu, saudaraku,
karena kamu berani memilih,
berani mengambil risiko,
demi saudara-saudaramu.

Maka saudaraku, maafkan aku
jika aku mati tidak sempat memilih.
Maafkan aku
jika aku memilih tidak memilih.

Namun apapun pilihanmu,
- ular ataupun harimau,
aku mau mati bersamamu.

Lampaseh, Banda Aceh
Selasa, 30 Oktober 2018
"Puisi: Golongan Putih"
Puisi: Golongan Putih
Oleh: Arief Munandar

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar