loading...

Ini Daging, Yessika ...
(: Mas Wilu Ningrat)

Ini sejarah daging, Mas Wilu. Padahal Yessika tak mau daging
ia tak mengunyah roti, tak suka sanjung-puji. Tapi ini riwayat daging
yang berjalan di bibir pantai, menyisir desir dan menafsir arah angin
semilir. Di tepi laut yang hidup sering bertaut dua daging yang berdoa
semoga abadi. Padahal kekal dan abadi hanyalah milik Yessika, 
ya ia yang esa.

Di pantai, riak mencipta ombak. Ombak mendesak gelombang
dan gelombang mempermainkan lidah yang menjilati daging-daging 
kering. Daging-daging yang tak berkening dan berhati. Tak. Daging
yang berjalan hanya menyisir desir pasir, melukis wajah hati yang digilas
riak yang mengombak.

Ini sejarah daging, Mas Wilu. Memandangnya, sungguh aku merasa ngilu
dan ingin membasuh daging-daging itu dengan air wudhu, bening danau
kicau murai atau burung gereja pagi hingga petang. Ini daging lelaki dan wanita
yang berjalan menyisir pantai landai, 
melupa Yessika!

Jambi, 2010
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiIni Daging, Yessika ...
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top