Bisnis

header ads

Puisi: Jauh Malam di Pasar Matraman

Jauh Malam di Pasar Matraman

Tukang bandrek berdiang darurat
pembeli jauh, rumah jauh
pelita mengecil, cahya merebah
Minah, mendamba tanpa menyerah
Minah, meminta tanpa mengaduh.

Bulan empatbelas kian meninggi
kadang terlindung daun menari
kadang mengintai, manusia sangsai
baring mengingsut tanah berkisar
– Batang  beringin dan bulan tersenyum –

Melancar becak, hatinya ingin
lampu mati, pelita mati
Minah menggamit, tukang bandrek pergi
merebah tanpa berhati tanya –
dan bulan kian menurun

Malam jauh, bintang mendalam
Minah meneguh, hatinya dendam
memagar puas, menambat lapar
hidup melepas, maut mengungsi
– dan bulan kehabisan sinar.

Jakarta, 18 Februari 1953
"Puisi: Jauh Malam di Pasar Matraman"
Puisi: Jauh Malam di Pasar Matraman
Karya: Sobron Aidit

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca jua: Kumpulan Puisi Lama 2 Bait

Posting Komentar

0 Komentar