Keberangkatan

Telah puas kuselami laut kita,
asinnya tinggal seujung lidah
bukit-bukit kapur putih
lebur di laut hanya menggarami mata
berlomba sungai-sungai kirimi limbah cuka
tawarkan nasib mujur pada ikan-ikan lucu
yang kita punya.

Kau tahu setelah itu?
Kail tak pernah jujur
- dan ikan tak akan mujur;
dijemur panas pasir
dan dagingnya diukir di piring-piring perjamuan
sedang hujan tak turun
di pasir pemanggangan ini
Adakah kita masih di laut atau pesisirnya?

Maka, hembus-hembuslah pasir yang sekian lama
memerihkan mata kita
Lepaskan saja dan lempar!
Biarkan terbenam di asin laut dari pantai yang lain
biarkan jatuh di putih kapur dari bukit karang yang beda
atau menggelinding di lengkung langit bikin hujan tak reda.

(Seperti aku mencukil bola mata dan melemparkannya jauh-jauh)

Padang, 1995
"Puisi: Keberangkatan"
Puisi: Keberangkatan
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Cerita Humor Singkat
Loading...

Post A Comment:

0 comments: