Kenduri Airmata

Ini airmata bunda. Silakan diminum saat dahaga, o, anak lanang
yang melupa pulang. Dahagamu menggenangi jalan
dan tumpah di senayan. Ini airmata terus saja mengalir tapi tak mampu menyetir dan menyihir
pola pikirmu. Seperti spiral, pikiranmu berputar-putar di sekitar pusar. Engkau
seperti pasar yang menjajakan makanan instan.

Ini airmata bunda. Perasan segala perasaan duka. o, anak perawan
yang merenda masa depan. Kenapa engkau selalu saja berbincang tentang lelaki
penunggang kuda yang akan menjemputmu ke istana? Istana dihuni oleh orang-orang
yang suka bergoyang. Di istana mereka merayakan resepsi dan kenduri, pura-pura
bertanggung jawab kasus century.

Ini airmata bunda. Santaplah 
kala kalian kehausan!

Jambi, 2010
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiKenduri Airmata
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Loading...

Post A Comment:

0 comments: