Bisnis

header ads

Puisi: Leeuwarden (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Leeuwarden

Mengalir arus malam
sehingga tenggelam badan
tak tertinggal kesan

Dari puncak hulu
mata air menunjukkan jari
ke mana muara berhenti

Teluk buntu
sudah tentu
sebelum terbuka ketelanjangan pagi

Laut tak terinjak
teduh sendiri
tergoncang sepenuh hari

Menetes air kelam
tertahan di telapak
menampa tanpa gumam.

13/11/78
Malam Pukul 3
"Puisi: Leeuwarden"
Puisi: Leeuwarden
Karya: Subagio Sastrowardoyo

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Bebas Dua Bait

Posting Komentar

0 Komentar