Bisnis

header ads

Puisi: Lilin untuk Rama (Karya Dimas Arika Mihardja)

Lilin untuk Rama

Lilin itu biarlah menyala sepanjang waktu. Telah kita nyalakan lilin diri, tak lelah leleh di beranda dada. Lihatlah nyala itu, cahaya yang berCahaya di remang galengan hingga rumput di sepanjang jalan turut menyebutmu sebagai doa.

Lilin itu biarlah tetap menyala di dadamu. Hingga mawar itu mengelopak di lapak pasar loak menjajakan sandang-papan-pangan sebagai bekal perjalanan. Kau tak perlu tahta itu. Kembalilah masuk ke relung pertapaan. Di sana senyap akan menyergap dan gemerlap.

Lilin itu terus nyala di kerling matamu, Rama!

Jambi, 7 Mei 2010
"Puisi: Lilin untuk Rama"
PuisiLilin untuk Rama
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar