Bisnis

header ads

Puisi: Masjid Agung Al-Falah

Masjid Agung Al-Falah

Sebuah rumah putih tak letih menunggumu
menumpahkan rindu. Masihkah engkau berlalu
ketika azan memanggilmu? Cucilah dirimu dari kurap waktu
Kenapa engkau termangu memandangku?
Cuci tangan dan kakimu
masuklah ke serambi hatiku.

Beribu hari aku berdiri di sini
tetapi kenapa engkau kalap menangkap isyarat?
Aku lebih besar dari meja bilyar
tetapi engkau lebih memilih berjudi dengan nasib
berpusar-pusar di tengah pasar
tak letih menawar agar-agar.

Aku menjulang melebihi gunung kerinci
tetapi engkau masih juga bingung menghitung makna rezeki
Aku megah di atas sepucuk Jambi sembilan lurah
tetapi engkau masih juga gelisah.

Pulanglah ke rumah: tumpahkan segala desah
masuklah ke dalam hatimu sendiri
di sana tegak mimbar kayu jati:
agama ageming ati.

Islamic Centre, 1994
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiMasjid Agung Al-Falah
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar