Mata Eyang
(Erry Amanda)

MATA elang itu tak berkedip memandangmu. Garuda itu selalu mengepakkan sayap waktu di keluasan dadamu. Mata eyang selalu bening berkilau mewartakan untaian isyarat yang semestinya kalian tangkap: ayat-ayat.

MATA eyang tak lekang oleh panas, tak basah oleh simbah hujan. Mata itu selalu saja mengawasi gerak-gerik waktu lalu mengabadikannya di dalam senyum cerah-bergairah untuk selalu bercumbu dengan aneka bayangmu: derita cinta itu.

MATA eyang adalah mata garuda, elang gunung yang tak pernah murung. Tak pernah mengurung atau mau dikurung. Mata yang sepenuh renung. Tiap pagi, mata itu adalah matahari. Dan malam menjadi kilau-pukau rembulan. Bintang-bintang di langit wingit selalu mewiridkan gurit kepada kalian: berjuta murid.

7 Mei 2010
"Puisi: Mata Eyang"
PuisiMata Eyang
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post A Comment:

0 comments: