loading...

Menyisir Pantai


Menyisir Pantai, 1

Kembali kuterjemahkan arah kaki menyisir pantai memaknai kilau butir pasir yang terus berdesir menikmati dingin riak dan cambuk ombak yang menderas mengabadikan bayangmu di cakrawala senja.

Wajahmu mengambang berenang ke tepian hatiku.

O, aku tak ingin melenggang menuju pulang sebelum mendekap cintamu!


Menyisir Pantai, 2

Ingin kuajak kaki kalian menyisir pantai landai menghitung desir pasir, kerikil, dan bebatuan lumutan. Lidah ombak tak lelah menjilati bibir pantai. Berpasang camar gemetar di tiang layar bertahan dari hantaman badai.

Kapal dan perahu melaju di hati merindu, merapat di dermaga cintamu. Ada juga kerang, teripang, dan aneka bayang menggenang dan menggunung di dada Yessika. Kiblat, niat dan tekad menjadi karang, tempat burung membangun sarang. Karang itu telunjuknya lurus ke langit.

Di pantai, bertemu dua dunia: laut dan darat bayang maut dan isyarat tamat. Angin mengendap di darat dan laut mendeburkan gelora denyut hidup. Darat dan laut berpagut dan kita di sini saling renggut!

Jambi, 2010
"Puisi: Menyisir Pantai"
PuisiMenyisir Pantai
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top