Muaro Bungo
(sebuah liris buat gadisku yang bisu)

Kelopak bunga itu, anakku, takkan layu
sebab kautahu ia merekah sebagai bunga batu
mengabadikan kebisuanmu.

Deru truk-truk pengangkut batu bara itu, anakku
penuh sesak melubangi jalan dan merusak ekologi alam
aku tahu engkau diam seribu bahasa, bungkam
dan tak hendak menyaksikan kepedihan ini.

Di tengah kelopak bunga yang membatu
kutahu engkau abadikan resahmu
hingga angin pun mengendap senyap
menyergap lidah yang gagap membahasakan
peradaban!

6 Maret 2011
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiMuaro Bungo
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post A Comment:

0 comments: