Bisnis

header ads

Puisi: O Kucing Mengamuk Bapak Mengayun Kapak

O Kucing Mengamuk Bapak Mengayun Kapak
(Spesial untuk Sutardji Calzoum Bachri)

Telah katam kubaca-baca kredo hingga ke sembilan-puluh-sembilan
Tuhan tak mengijinkan langkah kaki menemu o sebab kucing mengiau dan mengigau selalu
Dalam aortaku mencakar-cakar gelisah rasa seperti juga bapak yang mengayunkan kapak Ibrahim
Memenggal kepala berhala berhala di dada memancung dan memancangnya di tugu-tugu
Lalu orang-orang datang berduyun-duyun membaca mantra o berhala Obama
O berhala Amerika o terror bom mengancam dan jihad menapakkan jejak pedang
Di sembarang tanah lapang di sepanjang gang dan lorong-lorong
Menghadang pintu menjadi palang paling kaku!

O kucingta kau (baca: kucinta kau) serupa seorang bapak mengemas sajak
Menenggak tuak-tuak kata memabukkan
Mengunyah mantra-mantra purba menjadi barah nanah
Lalu kausembur-semburkan di hadapan orang-orang yang entah kenapa mau saja
Mengurbankan sedikit uang jajan atau uang belanjaan untuk membeli Alina
Yang terselip di antara alinea antara jembatan penghubung dunia nyata dan maya
O mayat kata-kata di mana makam makna?

O kucing itu tak lagi mengamuk
Bapak itu tak lagi mengayunkan kapak
Sayap-sayapnya melangit dengan kecipak kepak-Nya
Lalu hening heneng sepi mamring
Dari sunyi kembali ke bunyi
Jalan suci memilih sufi
Ilalang kian tumbuh kembang
Bergoyang siang malam
Membaca-baca alif-ba-ta wau wau alif-ba-ta yaya
: sajadah pun membasah!

Jambi
3 Mei 2011
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiO Kucing Mengamuk Bapak Mengayun Kapak
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar