Pulang Pisau

Pulang pisau,
tanah gambut sejuta hektar, bertahun tidur
terlantar; jembatan rawa tumbang nusa
ujungnya menghunus kota
dan kampung-kampung
merana; seberangkan kita ke tempat asing
peta kelana.

Langit merah saga, cakrawala kuning telur
pecah dierami sayap enggang, letih pulang
waktu mengulur; api dan asap kini
menari; mengepung huma dan lanting
di air dan lumpur kuning
- kuning telur cakrawala...

Lalu karet dan sawit berjuta hektar bangkit
di hamparan tanah hitam bekas
terbakar; orang-orang ingin pulang
tapi tajam pisau kenyataan mengiris mimpi
menikam harapan, kandas hingga ke tulang!

Kini ke mana mereka pulang
selain ke pisau;
dua patah kata pegangan kita
di kota
dan kampung-kampung yang merana.

"Puisi: Pulang Pisau"
PuisiPulang Pisau
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post A Comment:

0 comments: