Rambut Hujan
(buat yang patah hati lantaran cintanya ditolak)

Petir dan gelap
bercermin di buram rambut hujan.

November, di kotamu yang berkeringat,
masih adakah sebuah ruang
bagi kenangan manis, kangen yang terlipat
serta cinta yang terlambat?

Bila ragu, atau tak tega
jangan ucapkan jawabanmu
berikan saja isyarat yang dulu kita sepakati
sehingga aku tak malu dan cukup waktu,
guna berkemas dan menghibur diri
sambil menyumpah
betapa bodohnya dirimu!

2006-2007
"Puisi: Rambut Hujan"
Puisi: Rambut Hujan
Karya: Beno Siang Pamungkas

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Akhiran A
Loading...

Post A Comment:

0 comments: