Reklame Bunuh Diri

Mungkin ini terdengar konyol, atau tepatnya bodoh
seorang lelaki menyerahkan lehernya
dan menyatakan cinta
kepada seseorang yang tak mungkin dimilikinya.

Kadang-kadang hidup memang terasa tidak adil,
terutama bagi si pandir dan pengecut.

Tentu saja kau boleh kecewa,
dan menyebutku pecundang.

Namun ini semua bukan ideku.
Semata-mata, dan hanya semata-mata demi kebaikanmu.

Aku bukanlah pohon yang baik
yang  bakal berbuah ketika musimnya tiba.
Aku hanyalah gelembung sabun.
Sekilas memang penuh warna.
Berikutnya kosong dan musnah.

Tapi seseorang memang berhak menentukan akhir hidupnya.
Dan aku memasang iklan duka cita ini dengan penuh kesadaran.
Aku ingin mati dengan cara yang tak pernah kau duga.
Jangan menangis.
Tunggu saja beritanya besok pagi.

2011
"Puisi: Reklame Bunuh Diri"
Puisi: Reklame Bunuh Diri
Karya: Beno Siang Pamungkas

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi 5 Bait 20 Baris
Loading...

Post A Comment:

0 comments: