Romansa

Ladangku di sebalik bukit
dan putih kabut
Tempat urat-urat ungu merambat hening
Di ubun dan kening ibuku
Mulut lumut dingin terkatub
Neteskan embun, mengecupnya.

Kecup aku, o, sari embun
Lumut, licinkan keping batu di bibirku,
dan luncurkan. Jadikan kataku labu,
terapung di jauhan
Jatuh dari sebalik bukit kelabu.

Selamat tinggal lubang tugal,
Selamat tinggal hantu manis kebinasaan
Biji yang berkecambah di tepi rimba
Busuk disiram hujan asam.

Berapa jarak pondok ladang
tempat aku memandang
lengkung-lebam punggung ibu?
Mungkin hanya sejulang asap,
pisang panggang dan jerit enggang
Tapi akar liar yang membelit kakiku
sudah lama tak membuka pintu pulang
Para kelana dan petualang.

Bunda, pulangkan aku, ke ladang gandum
Angin, kuakkan akar hitam di kakiku liar
telanjangkan jalan coklat berlumpur
dan matangkan buah cinta
peraman kolong pondok ladang
manislah, sayang, labu-labu anggur penantian.

1998/2005
"Puisi: Romansa"
Puisi: Romansa
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Baca juga: Kumpulan Cerita Humor Lucu Panjang

Post A Comment:

0 comments: