Bisnis

header ads

Puisi: Sajak bagi Anak Perawanku

Sajak bagi Anak Perawanku

Meski engkau lahir dari rahimku, anakku
Sungguh aku tak merasa memiliki masa depanmu
Saat kauminta mengecat hitam segala dinding kamarmu
Apakah aku memaksakan warna putih? Tidak
Pilihan warna ada pada dirimu
Tetapi pantas kaumengerti banyak warna dan angka
bagi masa depanmu.

Engkau telah lepas dari rahimku, kembali dalam asuhan
tangan kekuasaan; aku gelisah saat engkau banyak diam
menyukai warna legam; namun aku mengerti saat kaukatakan
"Di dalam legam aku melihat cahaya, Ibu"

Tahukah wahai anakku? Di dalam penjara yang remang
kejahatan bersimaharaja lela; tumbuh dan diasuh oleh tangan
kegelapan; jangan engkau penjara jiwamu dalam kelam
bujuk-rayunya tak pernah kesepian dan engkau harus tetap berjalan
meraih masa depan gemerlapan.

"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiSajak bagi Anak Perawanku
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar