Secangkir Kopi

Secangkir kopi di meja
aromanya memenuhi udara
mengepul menunggu senja
menyesakkan dada.

Lamat-lamat kudengar ceritanya.

Tergiling biji kopi
berkeping dua hati.

Di sela air terjerang
di jarak yang kini menghadang
secangkir kopi bertanya
seribu janji, dan secangkir kopi
mana yang lebih bermakna.

Semarang, 18 Agustus 2009
"Puisi: Secangkir Kopi"
Puisi: Secangkir Kopi
Karya: Beno Siang Pamungkas

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi yang Dikarang oleh Taufiq Ismail

Post A Comment:

0 comments: