Bisnis

header ads

Puisi: Selamat Pagi (Karya Remy Sylado)

Selamat Pagi

Aku datang pada-Mu ketika embun belum kering
di atas segar mawar melati anyelir gladiola
Dan matari masih bersimpan diri di timur
tempat ketakutan-ketakutan diucapkan sering
demi kesombongan-kesombongan yang putus asa

Aku ingin bicara keras-keras pada ada-Mu
walau aku sudah mengaku pelan-pelan pada adaku
telanjang seperti Adam dan Hawa moyang rohku
Berapa panjang jalan dalam perjalanan kelana
bagi jiwa yang menumpang pada sosok tubuh

Apakah aku hanya melihat Kanaan dari jauh
sedangkan Musa yang berjuang habis-habisan
seperti segala johan yang menyangkal diri
menikmati hasil kerjanya di dunia seberang
Tapi bolehkah aku punya hak untuk bertanya
padahal Ibrahim bapakku mendengar dan berbuat

Sekarang aku masuk-keluar gerbang kesenangan
meraba diri dalam keraguan oleh kabut menjelaga
Namun aku dengar talun dari budiku mengundang
sebelum aku berangsur ubah menjadi bentuk
telah menetap wujud Kata di awal tarikh
yang terus, dan terus, menyedot citra diri
kembali ke wilayah asal Kata di akhir tarikh

Dan kupejamkan mata, oh, aku tetap melihat
hari ini, seperti hari lalu, dalam adaku
sang waktu masih setia menggilir tugas hadir
setelah pengetahuan malam ada pengetahuan siang

Aku datang pada-Mu ketika embun belum kering
di atas segar mawar melati anyelir gladiola
Selamat pagi, aku sujud, ya Allah akbar.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiSelamat Pagi
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar