Puisi: Puisi yang Lahir dari Rahim Waktu Karya: Dimas Arika Mihardja
Puisi yang Lahir dari Rahim Waktu
(kado milad anakku)

(1)
(Marenda Atika Miharja)

Puisi pertama lahir menjelang subuh di rumah sakit umum yang kumuh
seluruh tubuh anakku terbungkus selaput abu-abu.

Saat bidan mengguntingnya, tangis pertamanya pecah
lalu gema suara adzan lengkap dengan iqamah membelah pintu langit
menjeritkan segenap rasa sakit yang menikmatkan.

Alhamdulillah puisi itu lalu tumbuh diasuh kibaran jilbab
dalam ayunan lantunan irama ayat-ayat.

(2)
(Riyandari Asrita Miharja)

Gema takbir dan tahmid berkumandang
di udara kembang api keagungan Namanya berpijar
lahir puisiku yang kedua di rumah bersalin panti rahayu di simpang kawat
dekat lorong nusantara.

Semua suara celotehnya seperti beo
semanis dan semanja suara kucing
yang menggesekkan kepalanya.

Alhamdulillah puisi kedua tumbuh diasuh waktu
dibesarkan dalam doa dan kasih sayang di rantau orang.

(3)
(Dyah Ayu Sukmawati)

Puisi ketiga kulahirkan di puskesmas putri ayu
saat pameran pembangunan Agustusan
karnaval dan pawai di jalan
lomba perahu naga di aliran batanghari.

Puisi hakikatnya belahan jiwa
berbusana kata kearifan dan doa

Alhamdulillah, puisi menjelma bunga
kelopaknya mengaroma
putik-Nya menunjuk keluasan angkasa.

14 Maret 2011
"Puisi Dimas Arika Mihardja"
PuisiPuisi yang Lahir dari Rahim Waktu
Karya: Dimas Arika Mihardja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post A Comment:

0 comments: