Bisnis

header ads

Puisi: Zaman Jahiliah Kedua (Karya Sobron Aidit)

Zaman Jahiliah Kedua

Sejak zaman presiden dua sampai tiga
pembunuhan tak pernah henti
sejak enam lima sampai kini
dan kalau masih dia juga pada yang keempat
alamat pembunuhan akan terus berlanjut
karena sudah terasa enak
sudah terlalu biasa memenggal kepala rakyat
di media-massa tergambar kepala itu
diarak-arak dengan pesta gembira
lalu zaman begini hanya ada
pada beliau-beliau yang kini tetap sehat
karena tak segorespun pembalasan
dan tetap saja penghuni istana
perdagangan, raja-uang, jual-beli suara
perdagangan prinsip dan hadiah-hadiah curian
saling antar-mengantar bagaikan suasana idulfitri.

Maka mungkin hanya kepada kitalah
jawaban ini ditunggu
atau pada kaum demonstran di jalanan
yang orang lain sedang tidur
mereka berjaga, saling meronda
bagi keselamatan teman-temannya
bagi perjuangan besok pagi
dan lalu terus besok paginya lagi.

Ada yang luka, berdarah dan rebah tak bernafas
hari ini dan besok rasa-rasanya akan terus
itulah bayaran kita memilih yang kedua dan ketiga ini
terlalu mahal, terlalu banyak makan korban
dan masih maukah kita pada beliau
yang keempat ini?

Rasa-rasanya memang terserah kepada kita
bibit kita, turunan kita sudah lama berguguran
dipancung tanpa kelihatan
disiksa-aniaya tanpa terbuktikan
karena penjaranya terlalu besar
terlalu luas
seluas Nusantara
tapi kita terkadang tak sadar
bahwa kepala kita
akan segera terpisah
dari leher yang sudah lama diintip mereka.

Rasa-rasanya baik juga kita
menentukan arah
agar tak lagi dimakan sejarah
karena mereka tetap saja meneruskan
zaman dulu itu
zaman jahiliah.

10 Oktober 1999
"Puisi: Zaman Jahiliah Kedua"
Puisi: Zaman Jahiliah Kedua
Karya: Sobron Aidit

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi yang 3 Bait

Posting Komentar

0 Komentar