Bisnis

header ads

Puisi: Aku di Punggung Patung Kerbau

Aku di Punggung Patung Kerbau

Selalu engkau bercakap tentang kampung yang subur
tetapi yang berhamburan dari mulutmu ialah kawanan
tikus pemusnah sawah. Cangkul dan bajak dan kerbau
mengubah diri menjadi batu. Menjadi patung

Aku di punggung patung kerbau
meniup seruling dengan airmata
: lagu perih yang penghabisan

Senja pun bergegas
dan langit kehilangan bulan.

Serang, 25 April 1996
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Aku di Punggung Patung Kerbau
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Syair W.S. Rendra

Posting Komentar

0 Komentar