loading...

Babaranjang

Aku melihat legam punggungmu, ayah
atau orang lain seperti ayah, berkelebat
begitu dekat, dengan tulang belakang terentang
serupa rel atau tangga ke langit, menyunggi barang galian
perut bumi - melintasi hamparan bahu
dan bungkuk kudukmu, berpunuk, penuh bungkulan
serupa getah karet batu-raja, sehitam batu-bara bukit-asam
terentang jauh dan panjang, o, babaranjang!

Segalanya terdedah di atas bak hitam terbuka, tapi siapa
yang bisa menyentuh muatanmu, kecuali si tangan panjang
sumber derita, di kota-kota dan bandarlama atau pelabuhan hampa
meski segalanya masih terikat pada rel karat itu
- tulang punggung ayahku atau orang lain
yang sama getas dan kelabu.

Ya, aku melihat punggungmu ayah, beribu-ribu punggung,
berjejer dari gunung ke kota hingga pantai terujung,
di sana, dicambuk gigir roda-roda baja, terkelupas
dan berdarah, di tengah gigil dan deru rindu semesta
kusaksikan pemandangan menakjubkan dari derita:
kereta hitam bak terbuka melaju terbang ke bulan
yang perlahan gerhana!

Palembang, 2006


Babaranjang: sebutan untuk kereta api barang (bak terbuka) yang biasa mengangkut hasil tambang batu-bara dan hasil bumi lainnya di daerah Sumatera Selatan.
"Puisi: Babaranjang"
Puisi: Babaranjang
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Baca juga: Kumpulan Cerita Humor Malam Minggu

Post a Comment

loading...
 
Top