Bisnis

header ads

Puisi: Bagi Demonstran Semanggi Satu dan Dua

Bagi Demonstran Semanggi Satu dan Dua

Kalian satu-satu rebah
luka dan berdarah
lalu mati dalam pelukan sejarah
tetap mendapat tempat
tetap tercatat
walaupun tak ada yang mau menulis
lagi pula kalian adalah hujan lebat
bukan lagi sepoi-sepoi gerimis.

Darah-muda sang pemula
berani menjunjung langit
berani memikul bumi
kalian yang merebut
orang lain yang mendapat.

Tak apa
di tanah-air kita
pahlawan yang sesungguhnya
selalu di luar tulisan
di luar catatan buat segera dilupakan.

Tak apa
berani dan jujur
perlu bersemi dan tumbuh subur
menggelar-sebar seperti jamur.

Paris, 5 Oktober 1999
"Puisi: Bagi Demonstran Semanggi Satu dan Dua"
Puisi: Bagi Demonstran Semanggi Satu dan Dua
Karya: Sobron Aidit

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Contoh Puisi 4 Bait

Posting Komentar

0 Komentar