Bisnis

header ads

Puisi: Buah Karet (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Buah Karet

Sekali aku duduk di bawah pohon karet dan terkejut
mendengar letusan nyaring diatas kepalaku: biji matang
menghambur dari batangnya.
Ya, aku tahu, dimana-mana tumbuh menghendaki
bebas dari ikatan!

*
Terdengarkah itu olehmu, wahai angkatan baru?
Putuskan, hancurkan segala yang mengikat!
Rebut gelanggang lapang di sinar terang!
Tolak segala lindungan!
Engkau raja zamanmu!

*
Biar mengeluh, biar merintih segala nenek moyang!
Lagi pohon yang bisu insaf, bahwa biji yang sekian
lama dikandungnya itu akan mati busuk dibawah 
lindungan.
Bahwa bayangan rindang yang meneduhi itu meng
halangi tumbuh.

5 Mei 1944
"Puisi: Buah Karet"
Puisi: Buah Karet
Karya: Sutan Takdir Alisjahbana

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Contoh Puisi Baru Elegi

Posting Komentar

0 Komentar