Bisnis

header ads

Puisi: Cintaku Tiga (Karya Toeti Heraty)

Cintaku Tiga

Cintaku tiga, secara kanak-kanak
menghitung jari
kusebut satu per satu kini
Yang pertama serius dan dalam hatinya
tidak terduga
Bertahun-tahun ku jadi idaman
Mesraku membuat pandangnya sayu mungkin
ia merasa iba padaku
Ingin aku membenam diri, melebur
dalam mesra rayu, iba dan sayu
Pandangnya yang begitu sepi, tapi
ia paling mudah untuk dikelabui –

Yang lain, berfilsafat ringan dan kesabaran
tak pernah kulepas ia dari pandangan
petuah orang, – lidah tidak bertulang –
tak kupedulilkan karena ia
Kata-katanya tepat untuk setiap peristiwa
sesudah akhirnya mengecap bibirnya
ia tinggalkan aku dan sesudah itu?
Ah, biasa saja, tak ada sesuatu terjadi
memang ia tidak begitu peduli –

Perlu kusebut yang ketiga, bukannya
lebih baik dirahasiakan saja, karena
Ia datang hanya malam hari, engsel pintu pun
telah diminyaki
Suaranya tegang, berat, menghela
ke sorga tirai-ranjang
Pandang pesona tajam memaksa, akhirnya
menghitung hari setiap bulan

Meskipun itu urusan nanti
Ketiga cinta yang aku miliki
kapan kujumpai pada satu orang?

"Puisi Toeti Heraty"
Puisi: Cintaku Tiga
Karya: Toeti Heraty

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi dari Jakarta

Posting Komentar

0 Komentar