loading...

Di Kamar itu

Di kamar itu hanya ada sebotol white wine, beberapa gelas yang membeku
dan dua hati yang terbata-bata, mencoba mengejar tahun-tahun yang hilang.

Biarkan jendela terbuka, katamu
biar uap garam dari pulau Madura, kunang-kunang, dan kerlip bintang
hinggap di rambutmu yang mulai beruban.

Di dalam waktu yang sepertinya melambat
kita mengayuh dan berenang
dan sebelum fajar pertama mengetuk pintu
engkau meracau, menyebut sejumlah mantra
atau nama kakek moyangmu.

Kotaku, kotamu memang hanya semata jarak
kita pancangkan sebagai penanda dan jejak
atas rencana-rencana kita yang bodoh, absurd dan kekanak-kanakan.

2010
"Puisi: Di Kamar itu"
Puisi: Di Kamar itu
Karya: Beno Siang Pamungkas

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Bersajak A

Post a Comment

loading...
 
Top