Bisnis

header ads

Puisi: Elegi Serang (Karya Toto ST Radik)

Elegi Serang

Selamat pagi, cintaku
tanah sebelah mana lagikah
bakal kautanam pabrik-pabrik
dan mimpi buruk?

Kuntum mawar tanggal dari tangkai
tersesat di warung warung kelam
mencari harum dalam botol botol parfum
yang kau jaja dengan gairah berlebihan

Ah, mabuk iklan kemajuan
betapa mudah dan murah cinta kau gadaikan
dari detik ke detik: deru mesin, rintih pohon!

Selamat siang, cintaku
kampung yang mana lagikah
bakal kau kirim ke belantara keasingan
dan kekosongan?

Matahari kini serupa jarum-jarum menusuki
ubun-ubun, rumputan kehilangan embun
dan lalat-lalat kotor berkerumun
memperkosa mawar yang menjeritkan nyeri
sedang angin hanya lintas. Ah, hanya lintas
lihatlah, langitmu hangus terbakar
dan di dasar ciujung batu-batu telah mati!

Selamat malam, cintaku
lampu-lampu menyala sepanjang jalan raya
tetapi mengapa kau tikam bulan
mengekalkan semak belukar dan bunga-bunga
dalam gulita peradaban?

Astaga, rumahku pun kini kau kubur
dan sawah sepetak bagi anak-anakku kelak
kau sihir menjadi diskotik mainan duniawi
Ah, tiba-tiba engkau begitu asing bagiku!
Dari sisa pecahan bulan dan mawar di trotoar
kutulis sajak-sajak kematianmu.

Serang, Oktober 1994
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Elegi Serang
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi buat Gebetan yang Gak Peka

Posting Komentar

0 Komentar