Bisnis

header ads

Puisi: Geneva Bulan Juli (Karya Toeti Heraty)

Geneva Bulan Juli
(untuk J.H.)

Akhirnya
pasrah kepada musim
dan hidup jadinya seperti buku
(yang tidak terlalu tebal tentu)
dengan halaman berurut
untuk dibalikkan satu per satu

Bila tidak
tiba-tiba gadis di Ganeva itu
menyeberang jalan begitu saja
sambil berlari tidak peduli tapi
hati-hati membawa bunga di tangannya

Memang kuingat
perempuan tua berkerudung hitam
dengan keranjang mawar melewati meja
dan kau bertanya sederhana:
“apakah suka bunga-bunga?”

Seperti biasa
kujawab dengan kebimbangan panjang
dengan jari
pada daguku kau palingkan mukaku penuh
kepadamu

Janji pun
terkalahkan oleh musim yang
rebah-rebah pada hari tanpa angin
mawar pun
tinggalkan debu, malam Geneva hangat nafsu
akan tinggalkan kantuk dan terlalu penat nanti

Sedangkan
gelisah, terganggu risau tak pasti lagi
siapa engkau siapa aku ini

Mungkin sekali
engkau dalam kereta antara Paris
dan Geneva menutup jendela, janganlah
angin mengganggu rambutku

Atau waktu
pernah suatu kelancangan telah terjadi
turun dari kereta api, sekali lagi kau
rayu singgah di kota tanpa nama
untuk menikmatinya bersama-sama

Mengembara
adalah menanggalkan nama, melepaskan bumi
benda-benda kemilau dipermainkan angin

Dan sangsi
mana pula yang lebih nyata, berjalan
merunduk karena angin kencang, atau
gemerlapan lampu di Amsterdam

Bunga, malam, dan kota-kota
tersisip antara  yang sengaja dikenang
merata, seperti kata-kata di hari senja
meski
semakin menjurang ruang antara
ucapan yang bertumbukan

Bila tidak
tiba-tiba kelepak sayap angsa putih
berlima perlahan terbang menyongsong bulan
tinggalkan danau menggenang sunyi
kita terdiam
sejak dahulu memang, yang
tidak terucapkan, lebih berarti.

1968
"Puisi Toeti Heraty"
Puisi: Geneva Bulan Juli
Karya: Toeti Heraty

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Singkat Jakarta

Posting Komentar

0 Komentar