loading...

Harapan dan Tekad di Millenium III

Terbang aku ke Timor Timur
Irian - Ambon, Aceh dan Riau
Kalimantan - Bangka Belitung
jauh dari Jakarta yang selalu risau
dikangkangi kemacetan
dan yang selalu terkurung
janganlah lupa, Jakarta itu pusat sesal
pusat sebal, perancang ulung
buat yang jahat-jahat dan selalu muncul
segala kata-kata dan perbuatan
bunuh - sedih - siksa - dan pelecehan
kemiskinan - kebodohan dan ketakutan
penculikan - darah - bui-penjara - rumahsakit jiwa
potong - gorok - tubruk - hantam
libas - lindas dan makan
telan dan telan tanpa muntahkan tulangnya.

Merdeka - referendum - pisah
cerai, - negara sendiri
referendum - dentum berdentum-dentum
brontak lawan dan tantang
tapi sudahlah dan mari akhiri
buangkan yang dulu-dulu
yang sedih-sedih
yang susah-susah
lemparkan jauh-jauh
lalu kita rebut segala keakanan
dengan perkasa kita buru dan dapatkan
yang sebaliknya dari yang dulu-dulu
kita rebut hari-depan, hari-keakanan
kita ganti generasi yang lalu
generasi yang penuh ketakutan dan kebodohan
penuh kemiskinan dan yang tak tahu
apa maunya!

Lalu kita tuliskan pada tiap dahi kita
lupakan dan buangkan serta lemparkan
segala kata sedih, susah, bunuh, darah
pisah, cerai, patah-arang
dan kita pancangkan
serta kita patungkan
kata dan perbuatan jaya dan gemilang
menang dan senang
aman dan penuh senyum
membersit jujur dan adil.

Paris, 29 November 1999
"Puisi: Harapan dan Tekad di Millenium III"
Puisi: Harapan dan Tekad di Millenium III
Karya: Sobron Aidit

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top