loading...

Ikan-Ikan dalam Lubuk

Jika air seperti waktu
Maka kami hidup berlimpah waktu
Karena sebagai ikan-ikan dalam lubuk
Air memutar kami dan kami memusari air

Tapi bertahun-tahun hidup di lubuk
batu, kami tak pernah bisa
ke hilir atau ke hulu

Hidup kami berputar sealur arus
Di selingkung dinding buta
Tubuh dan pandangan kami tertumbuk
Kekal, hingga berlumut sisik dan sirip

Mengapa tak menyelam?
Kadang kami dengar sengau akar pohon
Di celah batu retak
Kami pun menyelam ke dasar yang gelap
Dan hari ke hari makin terasa
Segalanya mengeras dangkal

Air baru seperti waktu jika mengalir,
Bisik pohon sambil menjatuhkan
Daun-daunnya yang kuning
Dan mengembun daun yang hijau
Kami ingin ke luar dari liang batu pertapaan
Atau kutukan ini, apakah bedanya?

Satu persatu kami menghilang
Jadi santapan hantu siluman
 
Toh sepotong langit di atas sana
Bergeming, menguntit tanpa cakrawala
Luasnya tak lebih setampah
Karena tercipta dari mulut lubuk kami sendiri
yang menganga sejak semula
menadah takdirnya

“Ayo mulai!”
“Kita harus ke luar!”
“Takdir kita bukan di sini!”
Kami sudah tak tahan
Kepanasan dalam deru gemuruh jeram

Maka suatu malam, di bawah sinar bulan
Kami berlompatan ke aliran air
yang bergelora. Sisik kami berkilau keperakan
Karena dasar yang gelap, geriap dinding buta
telah kami tinggalkan.

Kami terbanting, hanyut mengikut
anak-anak sungai, galur-galur air
bandar galian, panjang tak berujung
Dihempang duri, jala dan lumpur
diintai mata-mata kail

Tapi kami tak mungkin berbalik pulang,
Ke lubuk batu limpahan waktu
yang terbuang karena bujuk-rayu
nyanyian katak-katak bengkong

(Konon bertahun-tahun kemudian
Lubuk batu itu menjelma jadi lubuk hantu
Berdenyut sepi sepanjang malam
Seorang pemasang bubu yang tersesat
Mendapati tengkorak kepala ikan
Terperangkap dalam bilah-bilah bambu tangkapannya.

Maka berkisahlah ia
Bersaksi, sebagaimana kusalin
dalam puisi yang sedang kau baca ini)

2007/2018
"Puisi: Ikan-Ikan dalam Lubuk"
Puisi: Ikan-Ikan dalam Lubuk
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi yang Sedang Jatuh Cinta

Post a Comment

loading...
 
Top