loading...

Jakarta

Jakarta
tidak aman bagiku selalu
terungkap lagi segala yang lalu
betapa kan kuredakan kepedihan ini
betapa kerinduan,
keharuan ini...

Adalah
kepedihan cerah cuaca luas
menggetarkan siang hari yang biru
menggetar pula jaringan luka beku
yang telah ditimbun dengan kenangan
dengan kenangan, kenangan lalu

Kerinduan panas hari menyilau
merangsang uap dan debu
pada bayang-bayang sejuk di taman hening
tergolak rasa menyeluruh
tersingkap akhirnya pada takdir

Keharuan malam hari yang menyesakkan
malam yang tiada membawa harap
tidak tergenggam kepiluan hati
tidak terjawab pertanyaan oleh
lentera malam di jalan senyap

Kusangka sejarah bergerak maju
betapa beda Salemba dahulu
limabelas tahun telah berlalu
tetapi
Jakarta...
kotaku.

Sumber: Majalah Horison
Oktober, 1967
"Puisi Toeti Heraty"
Puisi: Jakarta
Karya: Toeti Heraty

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Acep Syahril

Post a Comment

loading...
 
Top